• Memberikan Informasi-Informasi Yang Teraktual

    MoeviccloeS, GO!! " GAPAI MASA DEPAN YANG CERAH dengan IDE-IDE YANG KAU MILIKI " By : Ibram Mufid

Sejarah menunjukkan bahwa pengertian manusia tentang Ketuhanan YangMaha Esa itu sudah tua sekali. Dari sejarah perkembangan fikiran manusia terhadap Ketuhanan, kita pelajari timbulnya berbagai macam pikiran dan pendapat mengnenai Ketuhanan. Di antaranya ada yang menganut kepercayaan bahwa Tuhan itu Maha Esa (monotheisme), ad yang beranggapan bahwa Tuhan itu banyak (polytheisme), ada yang berpendapat bahwa Tuhan itu identik dengan alam (panyheisme) dan ada pula yang menyangkal adanya Tuhan (atheime).
Manakala kita kembali menelaah Al-Qur’anul Karim, maka disanalah Kita memperoleh keterangan yang jelas dengan argumentasi yang tepat mengenai masalah Ketuhanan. Al-Qur’an membatalkan pikiran dan tanggapan yang keliru, meluruskan aqidah kepada pengertian yang benar dan tepat dalam masalah Ketuhanan.
Sejak Nabi Adam a.s, sejak itulah telah diketahui adanya manusia yang meyakini dan mempercayai adanya Allah Yang Maha Esa, Pencipta alam ini. Kemudian apa yangdi antarkan oleh para Nabiyullah sesudah Adam a.s, misalnya Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Musa dan lain-lainnya pada prinsipnya sama dengan aqidah Tauhid yang di antarkan oleh Nabi Adam a.s yakni mengajarkan adanya Allah Yang Tunggal. Dengan demikian terdapat suatu garis lurus sejak Nabi Adam a.s sampai kepada Nabi Muhammad SAW, yang memegang satu kepercayaan yang tunggal. Iulah aqidah yang satu dan merupakan suatu kesatuan yang tidak akan berubah-ubah karena penggantian zaman atau tempat dan tidak pula berganti-ganti karena perbedaaan golongan atau masyarakat.
Allah berfirman dalam Al-Quran Surah Asy-syuura,13 yang artinya :
13. Dia Telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang Telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang Telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang Telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama[1340] dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

[1340] yang dimaksud: agama di sini ialah meng-Esakan Allah s.w.t., beriman kepada-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhirat serta mentaati segala perintah dan larangan-Nya. (Asy-Syuura : 13).
Seorang ahli Sosiologi dan Ethnologi yang terkenal, Mueller, menyatakan bahwa agama asli tiap-tiap bangsa di dunia ini bukanlah agama polytheisme yang mengajarkan banyak Tuhan, melainkan agama monotheisme yang megajarkan Ketuhanan Yang Maha Esa(1).
Apa yang dikatakan oleh sarjana tersebut, sejalan dengan keterangan agama yang menyatakan bahwa ajaran tauhid itu adalah ajaran yang haq. Timbulnya kemusyrikan dan yang menganut ajaran pantheisme pada hakikatnya adalah penyelewengan pikiran dan keyakinan dari jalur kebenaran. Oleh karena itu, para rasul selalu berjuang menghadapi golongan musyrikin dan golongan atheis yang sampai sekarang banyak tersebar di benua Eropa.
Ibrahim berjuang keras menghapuskan/memusnahkan berhala-berhala sehingga ia di hukum baker, namun Allah menyelamatkannya. Begitu pula dengan Nabi Musa menghadang Fir’aun yang mengaku dirinya Tuhan. Dan Nabi Isa pada saat menghadapi pula golongan-golongan menyeleweng dari garis kebenaran. Mereka mempunyai prinsip yang sama sebagai Nabi dan Rasul Allah sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah s.a.w yang artinya :
“ Para nabi itu saudara seayah, ibu syareatnya berlain-lainan,sedangkan asal dan pokok agamanya satu “.(Muttafaqun Alaih) “

Categories:

0 Response for the "Pada Masa Sebelum Nabi Muhammad SAW"

Poskan Komentar

Jika ingin komentar, silahkan aja

Search

Sponsors